Secercah Kata Untuk Mereka
[Aku bangga padamu]
To : Iyah dan Ibuk
Saat ini, kau berhasil menghantarkan kami ke gerbang kehidupan sesungguhnya. Yakni mengenal Rabb lebih dekat. Kau berhasil mendidik kami, dalam asuhan sesuai al-qura'n (meski tak sempurna, dan masih selalu ada cela didalamnya), meski didikan ini terkesan tak sengaja. Tapi, dengan doa-doamu yang melambung tinggi ke langit, mengubah kehidupan kami jadi lebih baik. Ah, rasanya mereka adalah manusia-manusia keramat.
Iyah, Ibuk..
Iyah, Ibuk..
Kini kau tak semuda yang dulu, garis-garis kerut itu mulai tergambar ditangan, kaki, dan wajahmu. Tapi rasa sayangmu pada kami tak pernah luntur, rasa semangatmu melebihi para patriot proklamasi.
Iyah, Ibuk..
Kau bukan sekedar tempat kami menanam rindu, atau tempat meminta materi. Tapi kau hidupkan hati kami untuk menjadi makhluk yang dicintai.
Kau ajarkan pada kami tentang arti 'memberi'
Kau ajarkan pada kami tentang 'hidup sederhana'
Kau ajarkan kami apa itu makna 'bersaudara'
Kau ajarkan kami 'keteladanan-keteladanan tanpa batas'
Iyah, Ibuk..
Kau tak cukup sekedar orang tua biologis kami. Namun kau adalah guru kehidupan kami.
Terimakasih, kau ajarkan kami untuk tanamkan rasa cinta..
Pada ALLAH Yang Maha Memberi Cinta
Pada Panutan Akhir Zaman, Nabi Muhammad SallaAllahu 'Alaihi wasallam
lalu mencintaimu dengan sepenuh hati..
Rabb.. Sayangi keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku sejak kecil..
Iyah, Ibuk..
Inginku sederhana :
"Rabb... terimakasih. Engkau takdirkan mereka menjadi orangtua kami,
Rabb.. pundak mereka sepertinya berat sekali, mereka banyak menangguang beban karena kami. Kami memohon pada-Mu Ya Rabb.. angkat beban itu, gantikan dengan kemudahan urusana dunia dan akhirat mereka dan sayangilah mereka.
Rabb.. Agaknya mata mereka terlihat sayu, se[ertinya mereka lelah sekali karena menahan kantuk hanya untuk mengais rizki untuk kebutuhan kami.
Oh, Allah..Kami memohon.. gantikan lelah itu dengan ke-istiqomahan dalam berbuat kebaikan.
Rabb.. nampaknya keringat mereka terus mengucur deras, hingga aku sendiri tak kuasa melihatnya.
Oh, Allah..Kabulkan apapun permohonan mereka dan gantikan keringat itu dengan akhir hidup yang khusnul khotimah.
Rabb.. Tangis mereka menggugu karena mendo'akan kami. Ya Allah, izinkanlah kami memberi mahkota yang cahayanya melebihi cahaya sinar matahari.
Rabb.. Kumpulkan kami dalam Surga Firdaus-Mu
Sungai yang dibawahnya sungai-sungai..
Rabb.. Berkahi umur kami, Tunjukkan kami agar selalu dalam ketaatan pada-Mu.Akhirkan hidup kami dalam keadaan khusnul khotimah, dalam jiwa-jiwa muthmainnah."
"Rabb... terimakasih. Engkau takdirkan mereka menjadi orangtua kami,
Rabb.. pundak mereka sepertinya berat sekali, mereka banyak menangguang beban karena kami. Kami memohon pada-Mu Ya Rabb.. angkat beban itu, gantikan dengan kemudahan urusana dunia dan akhirat mereka dan sayangilah mereka.
Rabb.. Agaknya mata mereka terlihat sayu, se[ertinya mereka lelah sekali karena menahan kantuk hanya untuk mengais rizki untuk kebutuhan kami.
Oh, Allah..Kami memohon.. gantikan lelah itu dengan ke-istiqomahan dalam berbuat kebaikan.
Rabb.. nampaknya keringat mereka terus mengucur deras, hingga aku sendiri tak kuasa melihatnya.
Oh, Allah..Kabulkan apapun permohonan mereka dan gantikan keringat itu dengan akhir hidup yang khusnul khotimah.
Rabb.. Tangis mereka menggugu karena mendo'akan kami. Ya Allah, izinkanlah kami memberi mahkota yang cahayanya melebihi cahaya sinar matahari.
Rabb.. Kumpulkan kami dalam Surga Firdaus-Mu
Sungai yang dibawahnya sungai-sungai..
Rabb.. Berkahi umur kami, Tunjukkan kami agar selalu dalam ketaatan pada-Mu.Akhirkan hidup kami dalam keadaan khusnul khotimah, dalam jiwa-jiwa muthmainnah."
Komentar
Posting Komentar