Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Manusia Al- Qur'an

Gambar
"Sesungguhnya ini merupakan suatu kebodohan, dimana Rasulullah SAW selalu berlindung darinya. Karena kita bodoh terhadap diri kita, potensi kita, kemampuan kita, kreativitas kita, dan akal kita. Kebodohan ini sampai pada tingkatan dimana setiap kali kita mendengar kabar bahwa seseorang hafal al-qur'an atau sekumpulan hadits, kita tercengang sembari melototkan mata. Bahkan, kebodohan ini sampai pada tingkatan dimana ketika kita membaca atau mendengar perjalanan hidup orang sebelum kita, atau kita melihat sesuatu dari peninggalan mereka, maka kita membayangkan bahwa mereka adalah ;  orang-orang yang diciptakan dengan bakat bawaan - sebagaimana yang sering dikatakan -, dan bahwa mereka adalah mausia yangluar biasa -sebagaimana yang sering kita dengar-. Bahkan, kebanyakan kita meratapi diri dan mengharap seandainya kita bisa seperti mereka. Dan lebih parahnya lagi adalah di antara kita ada yang merasa senang dengan keadaan dirinya. Ridha karena merasa puas dengan apa ya...

JADILAH MAWAR DI TEPI JURANG, BUKAN BUNGA DI TEPI JALAN

Gambar
Bunga di tepi jalan, dilihat siapa saja yang lewat Bebas dilirik, tak jarang terciprat lumpur, tertendang, terinjak Indah, memang Tapi, dia berada ditempat yang hina Akhirnya, diambil karena kasihan Dipetik begitu saja, dan dibawa pulang setelah entah kemana, oleh orang seperti apa Tapi mawar ditepi jurang, dia ditemukan oleh siapa yang bener-benar terpilih Hanya dilihat jelas oleh orang yang bener-benar  pemberani, untuk maju ke tepi jurang  Dia juga indah, lagi berada di tempat yang terjaga dan rahasia sekali Tak sembarang dipetik, taburan duri menjaganya Dia hanya diambil oleh penggenggam bara api sejati yang tak memperkarakan kala duri menusuknya (Sarah Askarovic)                   

Pelajaran dari Si Padi Hijau

Gambar
Seperti seruling kecil yang bisa menghanyutkan bagi siapa yang mendengarkannya. Sungguh luar biasa ketika aku melihat tumbuhan yang amat bermanfaat itu, di tengah hamparan hijau dengan balutan suasana damai. Dia tumbuh dengan ikhlas tanpa meminta imbalan sama sekali. Ketika aku bertanya, " kenapa kau mau tumbuh dengan baik???, padahal setelah kau tua (matang) nanti tubuhmu akan dipotong tanpa belas kasihan, dihempas di atas tanah merah, dan dibuang bagai sampah. Kenapa kau tetap kokoh sedangkan manusia sama sekali tidak menghargaimu???? Padahal, tanpa kau manusia tak akan bisa makan. Mereka akan kelaparan. Kau tau keserakahan mereka??, mereka hanya ingin biji kecilmu, yang telah kau simpan di tempat yang paling nyaman, kau lindungi dari dinginnya malam dan panasnya siang, dan kau jaga hingga tua.Tegakah kau melepaskannya begitu saja hanya untuk diberikan kepada mereka yang tak pernah bersyukur, mereka yang tak pernah tau apa arti pengorbanan itu. Pernahkah mereka berterima kas...